Aku teringat kisah Salim bin Ayyub yang aku bacakan ke anak-anak sebelum pandemi menyerang. Jadi dalam kisah itu, Salim yang sedang menuntut ilmu di luar kota jauh dari rumahnya mengalami kesulitan belajar. Padahal, ia anak yang biasanya cerdas dan mudah dalam menghafal. Lalu, sang guru pun bertanya. “Apakah ibumu masih ada? Apakah kau sudah meminta ijin dan doa restunya?” Salim pun seketika pamit pulang dan menempuh perjalanan ke rumah demi memohon doa sang ibunda. Ibunya kaget lalu Salim memeluknya dan mencium tangannya seraya memohon doa restunya, Ibu, aku akan menuntut ilmu. Mohon doakan aku agar menjadi anak yang sholeh dan ahlul Quran (ini sih kata-katanya modif sendiri ya wkwk).

Lalu, satu per satu anak-anak diminta praktik sama orang tuanya yang sudah menunggu /menjemput di sekolah. It was heart-touching moment. Mereka yang so sweet tapi aku sendiri yang terharu. Apalagi waktu ada satu anak hyper-active yang ketika awal di sini suka teriak-teriak histeris saat dibacakan Quran :”” Pelan-pelan aku bacakan 3 surat Qul dan fatihah sampai ar rahman juga untuk menenangkannya, setelah beberapa kali ada sedikit perubahan. Dan ketika kubacakan kisah ini si anak tadi benar-benar terbuai kisahnya (biasanya dia nggak fokus suka histeris gitu) tapi dia duduk tenang di depanku pas nyimak antusias :”” Dan dia juga mau peluk bundanya dan aku ketika pamitan :””)

Setelah itu juga, orang tua ada yang share status dan kisahnya ketika keesokan harinya anak-anak pamitan mereka mencium tangan dan meminta doa seperti yang diajarkan. Ces. Trenyuh. Anak memang peniru yang ulung. Jika kita tanamkan benih kasih sayang dan kebaikan insyaAllah dia kan tumbuh juga dengan kasih sayang dan kebaikan. Wallahu’alam bi shawab. Semoga kita dimudahkan untuk mengajak mereka dalam kebaikan menumbuhkan iman dan cinta kasih sebelum mereka kelak menjadi orang-orang yang berpengetahuan yang akan mengubah peradaban. Aamiin

🇫 🇦 🇼 🇦 🇮 🇩 SENI MENDIDIK ANAK ••• ════ ༻📑༺ ════ ••• Wahai Bunda… قبل أن تودّعي ابنك وهو ذاهب إلى المدرسة ، ضعي في يديه فطيرتين ، وقولي له : واحده لك وواحدة لصديقك الذي تحبه… هكذا يتعلم الحب والإحسان . Sebelum kau mengantar kepergian anakmu ke sekolah, berikan bekal padanya dua […]

SENI MENDIDIK ANAK — Al-Wasathiyah wal I’tidal