Hosna Ara Parvin, seorang wanita 42 tahun, menuntun sebuah kursi roda sembari menggendong bayi mungilnya perlahan ke arah mihrab. Ia kemudian duduk bersimpuh seraya mencium takzim tangan lelaki di atas kursi roda, lelaki yang begitu dihormatinya sepenuh hati. Lelaki yang bertahun lamanya berjuang bersamanya membersamainya mengarungi samudera kehidupan. Ia tersenyum bahagia kemudian berbisik pelan, “Sampai jumpa nanti Ayah, insyaAllah.” Kemudian ia bergegas keluar dari pintu masjid.

Hari itu hari Jumat. Hari raya muslim di berbagai dunia yang terasa teduh dan tenang di sebuah masjid yang mulai ramai oleh jamaah menjelang salat jumat. Seusai salat, cahaya keteduhan masjid itu tiba-tiba redup. Kedamaian di hari raya Jumat itu pun berubah menjadi suasana mencekam. Terdengar suara senapan dan tubuh-tubuh yang seketika bergelimpangan. Al Noor menjadi belahan bumi yang berdarah. Namun, lantunan asma Allah terus menggema melawan suara senapan yang tiada henti.

Di seberang masjid, di sebuah ruangan, seorang wanita meletakkan bayi kecilnya ke pelukan wanita di sisinya. Jantungnya berdegup kencang. Ia berlari ke arah masjid. Hingga akhirnya, tak jauh di hadapannya sesosok lelaki di atas kursi roda tengah berdzikir tiada henti. Hanya tinggal beberapa langkah lagi ia akan sampai. Kedua pasang mata itu pun bertemu untuk terakhir kalinya. Sebuah senyuman dan suara lirihnya menyebut asma Allah. Sampailah ia di hadapan kursi roda yang sedari tadi dicarinya. Ia pun berhasil memeluk kekasih hidupnya ketika sebutir peluru yang mengarah ke kursi roda itu menembus tubuhnya sendiri. Ia berhasil melindungi orang yang paling berharga dalam hidupnya hingga detik terakhir hidupnya.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga Allah memberikan tempat terbaik-Nya untukmu dan keluargamu.

Hari ini randomly aku terhenti di sebuah halaman dalam Quran (Ali Imran: 195):

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya dengan (dg berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orangg yang berhijraah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku masukkan mereka ke dalam surga-surgayang sungainya mengalir di bawahnya sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi ALlah ada pahala yang baik.”

Tulisan ini untukmu Saudariku.
Dari saudarimu yang berharap pertemuan denganmu suatu saat nanti insyaAllah.

@nurismanajma @antologiharmoni

*terinspirasi dari seorang muslimah Hosna Ara Parvin dalam tragedi di Masjid Al Noor Selandia Baru pada Jumat, 15 Maret 2019.