“Mbah, boleh nggak kalo Wulan manggil embah Mama? Boleh ya?”

“Rumah Mbah kotor ya… Berantakan…” Hahaha.

Berbisik, “Mbak Itoh sama mas Arip itu tinggi siapa sih?” Kepo deh mau tahu aja! Arip itu anaknya pak dhe, secara silsilah dipanggil mas tapi masih kelas 1 SMP tapi ya itu dia, lebih tinggi. Perasaan semua sepupu udah pada tinggi-tinggi padahal yang lahir duluan siapa yang lebih gedhe siapa.
DSC01492

Ibu, Isna, Wulan @rumah mbah

Polos. Haru. Wulan. Pintar. Sama seperti kakaknya, Wulan, Satria itu unyu dan cerdas. Cita-citanya ingin jadi superhero, ingin jadi arjuna dan tentara. Heroic banget ya. Kalau kak Wulan maunya jadi dokter. Aamiin sayang.

Entah apa yang dirasakan gadis cilik seperti Wulan setiap kali ia terbangun dan tidak dapatinya sang mama. Sepasang kakek nenek yang sudah renta kini menjadi teman hidupnya. Tiba-tiba hidupnya begitu saja berubah di usianya yang baru 7 tahun. Dunia yang asing mungkin. Setiap kali ada yang berkunjung atau teman seusianya yang ia temukan, ia girang bukan kepalang. Anak kecil oh anak kecil. Ketika 18 tahun pergi jauh setahun saja banyak cultural shock dan self crisis yang saya hadapi, bagaimana dengan Wulan? Berkali-kali dia memandingkan jika kami di Dumai, dst… Sepertinya ia rindu pada mama, papa, dan Satria dan kehidupan di Dumai. Sabar ya Nak.

Waktu itu saya bingung mau ngado apa buat aqiqah Satria. Sejak lahir sampai usianya 3 tahun, baru sekali ini Satria balik kampung. Rasanya cepat sekali mereka datang untuk pulang lalu seketika sudah pergi lagi jauh sekali. Saya berpikir untuk memberikan sesuatu yang dia suka tapi bermanfaat. Apa ya? Kata teman, bagus dibelikan kostum tentara-tentaraan. Ah iya, tapi yah dia udah punya yang begituan. Mungkin mainan tembak-tembakan dan outfit tentara yang lain. Akhirnya, kebetulan juga lagi cari buku buat kado nikahan teman, saya iseng mampir ke rak buku anak-anak. Well, saya memang suka main ke rak anak-anak. Entah kenapa.. Ya, saya selalu ingat saya selalu ingin beli buku tapi tidak mudah memang minta dibelikan buku selain buku pelajaran jaman kecil dulu. Kalau mau buku cerita harus nabung dan diam-diam belinya haha. Bacanya juga diam-diam. Di balik buku teks ada novel. Nakal ya.

Buku anak-anak sekarang makin kreatif. Ada pop up book, ada karangan anak-anak sendiri. Kece badailah. Ali Muakhir, salah satu penulis buku dongeng anak-anak yang bukunya berkualitas. Kalau bingung, bisa tuh bukunya Ali Muakhir is highly recommended tapi itu untuk anak usia SD yang sudah belajar membaca. Dulu jaman SD, saya suka main ke pondokan Khad. Ngapain? Pinjem buku dong.. Ga modal ya.. Sejak mengenal Khad dan keluarganya saya mengerti bahwa di balik cadar ada kelembutan, ketulusan, dan kebaikan. Ya, we love each other because we are similar, we learn from each other because we are different. Dont judge people by its cover. Yang berpakaian fundamentalis, yang berpakaian bebas, yang mau seperti apa penampilannya, bukanlah kita menilai dari penampilannya melainkan hati seseorang. Allah doesn’t look at your appearance or possession, instead He looks at your heart. Hmm kemana-mana banget ini cerita. Intinya rak anak-anak itu membuat nostalgia masa kanak-kanak dengan serial Qipty, Enid Blyton, dan lain-lainnya.

In the end, akhirnya nemu buku bergambar yang gambarnya macam-macam superheroes dan buku bergambar profesi ada dokter dll. Perfecto! They are the best for Wulan and Satria.