Tags

Bandara. Selalu ada cerita di bandara. Di balik kerumunan. Manusia lalu lalang. Di antara keramaian dan kesyahduan yang selalu dapat kau ciptakan di ujung-ujung bandara. Soekarno Hatta, Changi, Frankfurt, Ninoy, Denver, Walla Walla, dan tempat-tempat menakjubkan lainnya yang semoga suatu ketika tersampaikan ke sana. Pada setiap kepergian dan kedatangan. Pada setiap kenangan. Meski tak kau temui siapa-siapa. Selalu ada kenangan dan cerita yang tersimpan. Di bandara. Aku ingin terbang di udara. Maukah kau terbang bersamaku?

Untuk kedua kalinya ke bandara tanpa menemukan siapa-siapa. Tetap bahagia. Terlalu banyak cerita dan berbagai rasa tentang bandara di manapun di berbagai belahan dunia.

Ini bukan yang pertama ke bandara tanpa bertemu siapa-siapa. Yang pertama adalah saat ingin mengantar Bu Mien. Karena informasi telat dibuka, sesampainya di bandara, Bu Mien sudah di ruangan isolasi. Apa kabar Bu Mien? Kapan saya bisa belajar berbicara ya? Kemampuan komunikasi publik saya semakin hari semakin parah karena lebih banyak berhadapan dengan tulisan yang tak bisa diajak bicara. Dan, yang kedua, hari ini, ketika ingin mengantar Nadia eh, ternyata salah sangka bukan jam setengah 8 pagi tapi setangah 8 malam. Selamat jalan kawan. Allahumajreha.

Bahagia di bandara. Seperti ada semangat untuk berkelana. Bandara, bawalah aku terbang di udara. Kan kuajak ibu, bapak, dan semua orang tercinta terbang bersamaku di udara. Love is in the air. Merasakan kekuasaan Tuhan begitu dekat.

Should auld acquintance be forgotten for the say of auld lang syne… A song and poetry by Sottish poet, Robert Burns. (Forgive this broken French and awkward accent)..