Pena Kecil

CLrwbOxUAAANb3T

KMGP Kisah yang Menginspirasi Banyak Orang

“Ketika Mas Gagah Pergi menginspirasi saya sebagai remaja saat itu dan membuat saya jadi pribadi yang lebih peduli pada sekitar serta lebih mencintai Islam. Kisah ini abadi dan mampu mengubah banyak pembacanya menjadi lebih baik,” (Asma Nadia)

Pernyataan penulis bestseller Asma Nadia tak jauh berbeda dari Habiburahman el Shirazy, penulis novel Ayat-Ayat Cinta. Bahkan penulis yang populer dipanggil Kang Abik ini mengusulkan agar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan buku Ketika Mas Gagah Pergi ke perpustakaan sekolah-sekolah dan universitas untuk membangun karakter pemuda Indonesia.

Lain lagi menurut Nursyda Syam. KMGP yang ia baca bertahun lalu, telah menempanya menjelma pribadi yang bukan saja peduli,bahkan membuatnya menjadi inisiator serta penggerak di berbagai kegiatan kemasyarakatan, di wilayahnya: Lombok Timur. “Cerita yang tak pernah bisa saya lupakan, terus menyemangati saya untuk berbuat hingga hari ini,” tuturnya. Nursyda bahkan meraih berbagai penghargaan nasional, termasuk SCTV Award 2015 atas perannya sebagai…

View original post 1,010 more words