Ada yang diam-diam menyingsing di ufuk langit hari

Ia mungkin bukan bintang kejora

Ia mungkin bukan sinar mentari yang dinanti-nati

Ia bukan purnama yang disambut kala malam tiba

Ia hanyalah sebersit kesunyian yang mendamaikan

kesunyian dalam kebersamaan Tuhan

Ia, siapakah dia, mengapa dia ada

Seperti angin yang bisa dirasakan meski kasat mata

Seperti sesuatu yang ada dan tiada

Tapi ia ada bukan karena ia ada

Ia ada karena sesuatu yang telah ada

dan segala yang memberinya makna ada

telah memberikannya segala

untuk memaknai arti ada dan ke-tiada-an

tentang sebuah keabadian.

***

Karena Ia selalu ada, maka kau pun ada. Karena mereka ada dan selalu memberimu makna. Karena ada yang selalu ada untukmu. Karena kau akan selalu ada meski kau tiada. Karena doa dan karena-Nya. Segala puji dan puja untuk Ia yang selalu ada. Dan untuk mereka yang selalu memberikan makna….

Under The Lines of Prayer

Meja kaca, 30 Mei 2015