Tags

,

“Kupandang langit penuh bintang bertaburan. Berkelap-kelip seumpama intan berlian. Tampak sebuah lebih terang cahayanya. Itulah bintangku bintang kejora yang indah slalu…”

Hari-hari belakangan di sela-sela kejenuhan akademis, memandang langit menjadi agenda yang mampu mengembalikan harapan dan senyuman. Betapa tidak, penjelajahan pandangan setiap kali menatap langit menghadirkan berbagai keajaiban. Matahari, awan, langit biru cerah, mendung, hujan, dan bintang-bintang.

Dan hari-hari bertemu dengan sosok-sosok baru serasa seperti melakukan perjalanan ke luar angkasa. Menembus langit. Melintasi galaksi Bimasakti. Seperti The Little Prince mengunjungi satu per satu asteroid. Memaknai kembali perjalanan demi perjalanan.

Bercengkerama dengan bintang-bintang kecil yang sinarnya memberikan harapan. Bukankah menyenangkan? Perjalanan ini tidaklah dekat. Seringkali melelahkan. Namun, siapakah yang tak akan bahagia ketika bisa menyapa bintang-bintang dan menjadi bagian dari sinarnya? Terima kasih sudah menjadi bintang-bintang yang memancarkan cahaya hingga detik ini. Tetaplah menjadi bintang kejora. Karena kita adalah bintang kejora di langit orang-orang yang kita cinta.

Teruntuk bintang-bintang kecil:
Nafisa, Sekar, Chintya setelah bertahun-tahun lamanya, terima kasih masih menerima seseorang yg sudah cukup lama meninggalkan kalian. Feri yang menginspirasi dengan caranya mengenal kami dan belajar bersama meskipun sulit sekali berkomunikasi. Yuni yang selalu ingin tahu dan menyentuh hati meskipun masih terbata dan tertinggal. Elo yang selalu aktif dan tak bisa diam. Teman-teman ceria, teman-teman pkm yang sudah memberikan kesempatan, kak Olin, kak Ummul, dan Yuriko yang sdh mau berkunjung. Bapak Ibu, bapak-bapak, dan ibu-ibu yang berhati emas.  Dan, Hoshizora, bintang yang terbit dari kota kecil, kampung halaman nan permai. Semoga Allah berkenan memberikan kesempatan dan kemudahan untuk terus menuliskan cerita ini bersama bintang-bintang kejora. Aamiin.

DSC01342 - Copy (2) DSC01334